Tuesday

#1:berita Paling Mematikan, Bom Bunuh Diri ISIS Menewaskan 70 Orang

cheap reseller hosting - #1:berita Paling Mematikan, Bom Bunuh Diri ISIS Menewaskan 70 Orang
Bisnis.com, BAGHDAD - Dua bom bunuh diri, yang dinyatakan dilakukan ISIS, menewaskan 70 orang di daerah Syiah di Baghdad pada Minggu dalam serangan paling mematikan di ibukota itu tahun ini, sementara milisi melancarkan serangan di wilayah pinggiran baratnya.


Sumber polisi mengatakan pengebom bunuh diri mengendarai sepeda motor dan meledakkan diri mereka di pasar telepon saku, yang ramai, di Kota Sadr, melukai lebih dari 100 orang selain yang tewas.

Saksi menyatakan melihat kubangan darah di tanah dengan sandal, sepatu dan telepon saku di tempat ledakan itu, yang tertutup untuk mencegah serangan lebih lanjut.

Dalam pernyataan dalam jaringan, ISIS mengatakan bertanggung jawab atas ledakan itu. "Pedang kami tidak akan berhenti memotong kepala orang musyrik penolak, di mana pun mereka berada," katanya, menggunakan istilah menghina bagi umat Muslim Syiah.

Pasukan Irak dukungan serangan udara dari sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS) mendorong ISIS kembali ke provinsi Anbar barat baru-baru ini dan sedang mempersiapkan serangan untuk merebut kembali kota utara Mosul.

Tapi, milisi masih mampu menyerang wilayah yang berada di luar kekuasaan mereka, sering menyasar anggota yang kebanyakan Syiah Irak, terakhir pada Kamis ketika dua pengebom bunuh diri ISIS menewaskan 15 orang di sebuah masjid di ibukota.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan serangan itu dalam menanggapi kekalahan terakhir ISIS: "Kelompok ini menyasar warga setelah kehilangan prakarsa dan sisanya melarikan diri dari medan perang sebelum petempur kebanggaan kami," katanya di halaman Facebook resminya.

Saat fajar pada Minggu, pelaku bom bunuh diri dan orang-orang bersenjata menyerang pasukan keamanan Irak di Abu Ghraib, merebut posisi di lumbung gandum dan pemakaman, dan menewaskan sedikitnya 17 anggota pasukan keamanan, kata para pejabat.

Pejabat keamanan menyalahkan ISIS dan kantor berita pendukung kelompok tersebut mengatakan kelompok itu melancarkan "serangan luas" di Abu Ghraib, 25 kilometer dari pusat Baghdad dan di sebelah bandara internasional.

Rekaman yang diedarkan kantor berita Amaq dalam jaringan muncul untuk menunjukkan petempur ISIS meringkuk di balik tanggul kotor dan melancarkan serangan dengan senapan otomatis, senapan mesin dan granat roket. Reuters tidak dapat memeriksa keaslian video.

Pasukan keamanan telah kembali menguasai sebagian besar wilayah pada Minggu malam namun para pejabat mengatakan masih ada bentrokan.

Pengamat keamanan yang bermarkas di Baghdad, Jasim al-Bahadli mengatakan serangan itu mengesankan terlalu dini untuk menyatakan ISIS kehilangan prakarsa di Irak.

"Pasukan pemerintah harus melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk memukul mundur serangan yang dilancarkan oleh Daesh. Apa yang terjadi hari ini bisa menjadi kekalahan bagi pasukan keamanan," katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS.

0 comments:

Post a Comment